Kamis, 03 Maret 2016

Seberapa banyak cadangan bahan bakar fosil yang tersisa di bumi ?

Tiba-tiba punya opini kalau konsumsi energi di tahun 2016 bakalan terasa makin besar. Bahasan klasik sih, langsung mikir ke bahan bakar fosil yang mulai habis.

Seorang fisikawan mesti belajar gimana menanggapi persoalan level internasional dengan sikap dingin se-natural mungkin. Tapi nggak mesti juga, lebih nyaman just be your self. Meskipun begitu, beban gelar SSi sudah makin kerasa, banyak yang berekspetasi tinggi pada figur ilmuwan, sudah nggak jaman lagi baca-baca komik, mainin game hp, dilanjut nontonin film mkv bajakan pas bergadang gini.

Sebenernya nggak terlalu minat di bidang geophysics, cuma sekedar pengen tau aja. Seberapa banyak sih cadangan bahan bakar fosil yang tersisa di bumi. Googling sejam ... dua jam, tetep aja ngambang. Sepertinya selama one piece masih belum ditemukan, ga bakal ada artikel ilmiah di internet yang layak di imani.

Karena bukan praktisi atau akademisi yang mempelajari bahan bakar fosil (perminyakan, gas bumi dan batu bara) bingung juga nentuin daftar kata kunci pencariannya.

Terpaksa bikin kopi lagi, masuk ke mode super serius, I want to know this answer before I sleep, so i just try again to googling on How much fossil fuel reserves are available in the world, finaly I found something intresting to make me sleep in peace.

Ada dokumen prosiding, tulisan join-an, Shahriar Shafee dan Erkan Topal di subfolder www.iaee.org yang bahas tentang Fossil Fuel Reserve Depletion Time.

Mereka pakai referensi tabel lokasi persediaan bahan bakar fosil utama dunia tahun 2006 dari,
WCI(2007) Coal Meeting the Climate Challenge, World Coal Institute.
BP(2006) Statistical Review of World Energy 2006, British Petroleum.

Biasa, intinya pasti ada di kotak tebal bagian bawah, nggak perlu di baca semua.
Total cadangan dunia pas tahun 2006,
Minyak bumi ada 165 Giga tonnes oil equivalen,
Batu Bara ada 607 Giga tonnes oil equivalen,
Gas Bumi ada 162 Giga tonnes oil equivalen.

Selain itu ada juga hitungan jangka waktu habisnya bahan bakar fosil dunia. Menggunakan persamaan linier model ad hoc, trus diestimasi pakai autoregressive moving average untuk data cadangan dunia dari tahun 1980 hingga 2006.

Entahlah, belum pernah menjamah pengolahan data pake model begitu. Tapi yang jelas mereka buat persamaan pakai parameter jumlah cadangan bahan bakar fosil dunia, konsumsi bahan bakar fosil dunia, harga bahan bakar fosil dunia.

Didapatkan nilai rata-rata jangka waktu habisnya bahan bakar fosil,
Minyak bumi sampai 40 tahun (R square=0,92),
Batu bara sampai 200 tahun (R square=0,89),
Gas bumi sampai 70 tahun (R square=0,95).

Terdapat catatan kalau memang ada nilai estimasi yang tidak akurat pada data jumlah real cadangan bahan bakar fosil selama dua dekade terakhir, terutama pada data cadangan batu bara.

Penyebabnya adalalah adanya policy mengenai keterbukaan data real jumlah cadangan bahan bakar fosil, kebijakan yang logis sih, soalny ada pengaruh langsung data tersebut terhadap harga pokok dan nilai saham dari semua hal yang berhubungan dengan bahan bakar fosil ... yang jelas ni bukan bahan santapan yang menyenangkan.

Kalau rasio jumlah cadangan bahan bakar fosil dunia dan konsumsi bahan bakar fosil dunia tetep sama dengan di tahun 2006. Setidaknya ni generasi kelahiran 90an masih bisa menikmati kejayaan energi fosil.

Masih optimis juga sih, ada spot-spot ladang minyak dan tambang batu bara yang belum tereksplorasi maupun terekpos, biar nilai rasionya nggeser ke jangka waktu pemakaian yang lebih lama.

Istilahnya ni cuma sekedar ngeblog dari hasil googling, nemu jawaban yang kelihatan ilmiah dan masih bisa dicerna. Ga tau juga data terbaru di tahun 2016 ini gimana kondisinya. Beneran ga paham bidang ni...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar